Feb 20 2014

Siaran Pers Tentang Riset Kominfo dan UNICEF Mengenai Perilaku Anak dan Remaja Dalam Menggunakan Internet

Posted by

(Jakarta 18 Februari 2014). Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tangal 18 Februari 2014 telah membuka secara resmi acara “Seminar Sehari Internasional Penggunaan MDSC_5030.newedia Digital di Kalangan Anak dan Remaja di Indonesia”. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo yang dipimpin Basuki Yusuf Iskandar dan bekerjasama dengan UNICEF serta dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar, Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia Angela Kearney, perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, perwakilan Harvard University dan perwakilan dari ITU serta sejumlah Kementerian tersebut menjadi sangat menarik, karena Kementerian Kominfo, Kementerian PPPA bersama UNICEF hari ini meluncurkan hasil studi ground-breaking yang menganalisis aktivitas dan perilaku online dikalangan anak dan remaja. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program UNICEF tentang Digital Citizenship and Safety, yang dimaksudkan untuk lebih memahami dan menangani dampak penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap gaya hidup anak-anak dan kaum muda di negara-negara berkembang.

 

Studi berjudul “Digital Citizenship Safety among Children and Adolescents in Indonesia” (Keamanan Penggunaan Media Digital pada Anak dan Remaja di Indonesia) bertujuan untuk menyediakan informasi-informasi penting tentang cara-cara kelompok usia tersebut menggunakan media sosial dan teknologi digital, motivasi mereka menggunakan media komunikasi tersebut, dan potensi risiko yang mereka hadapi dalam dunia digital. Indonesia dengan kepemilikan telepon selular mencapai 84 persen dari total penduduk, mendorong UNICEF untuk bermitra dengan Kementerian Kominfo serta Berkman Center for Internet and Society, Harvard University, untuk m elakukan survei ekstensif terhadap perilaku digital generasi muda.

 

Dalam sambutannya Menteri Kominfo mengatakan: Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Teknoloqi tersebut merupakan alat untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju. Internet dapat memberikan manfaat besar bagi pendidikan, penelitian, niaga, dan aspek kehidupan lainnya. Kita harus mendorong anak-anak dan remaja untuk menggunakan internet sebagai alat yang pentinuntuk membantu pendidikan, meningkatkan pengetahuan, dan memperluas kesempatan serta keberdayaan dalam meraih kualitas kehidupan yanlebih baik.“ Hal serupa juga dikemukakan oleh Angela Kearney, UNICEF Country Representative of Indonesia : Kaum muda selalu tertarik untuk belajar hal-hal baru, namun terkadang mereka tidak menyadari resiko yang dapat ditimbulkan. Penelitian bersama beberapa mitra ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan bahwa ada keseimbangan resiko dan peluang.”

 

Hasil survei menemukan fakta, bahwa:

  1. Menurut data terbaru, setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet, dan media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi yang mereka gunakan. Hasil studi menemukan bahwa 80 persen responden yang disurvei merupakan pengguna internet, dengan bukti kesenjangan digital yang kuat antara mereka yang tinggal di wilayah perkotaan dan lebih sejahtera di Indonesia, dengan mereka yang tinggal di daerah perdesaan (dan kurang sejahtera). Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta dan Banten, misalnya, hampir semua responden merupakan pengguna internet. Sementara di Maluku Utara dan Papua Barat, kurang dari sepertiga jumlah responden telah menggunakan internet.
  2. Studi ini merupakan yang pertama diantara penelitian sejenisnya, dengan keunikan data pada golongan anak dan remaja yang belum pernah menggunakan internet. Kesenjangan yang paling jelas terlihat, di daerah perkotaan hanya 13 persen dari anak dan remaja yang tidak menggunakan internet, sementara daerah perdesaan, menyumbang jumlah 87 persen.
  3. Mayoritas dari mereka yang disurvei telah menggunakan media online selama lebih dari satu tahun, dan hampir setengah dari mereka mengaku pertama kali belajar tentang internet dari teman. Studi ini mengungkapkan bahwa 69 persen responden menggunakan komputer untuk mengakses internet. Sekitar sepertiga – 34 persen – menggunakan laptop, dan sebagian kecil – hanya 2 persen – terhubung melalui video game. Lebih dari setengah responden (52 persen) menggunakan ponsel untuk mengakses internet, namun kurang dari seperempat (21 persen) untuk smartphone dan hanya 4 persen untuk tablet.
  4. Penelitian ini mengumpulkan data untuk mengarahkan kebijakan kedepan dalam melindungi hak-hak anak mengakses informasi dan, pada saat yang sama, berbagi informasi dan mengekspresikan pandangan atau ide-ide mereka secara aman.

Studi ini didanai oleh UNICEF dan dilaksanakan oleh Kementerian Kominfo dengan menelusur aktivitas online dari sampel anak dan remaja usia 10-19 (sebanyak 400 responden) yang tersebar di seluruh negeri dan mewakili wilayah perkotaan dan perdesaan. Studi dibangun berdasar pada penelitian sebelumnya sehingga didapatkan gambaran yang paling komprehensif dan terkini tentang penggunaan media digital di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia, termasuk motivasi mereka, serta informasi tentang anak remaja berusia 10-19 yang tidak menggunakan media digital. Dengan demikian, penelitian ini baru pertama kali dilakukan dibandingkan penelitian serupa lainnya di Indonesia.

Kesimpulan utama dihasilkan dari studi ini :

  1. Penggunaan media sosial dan digital menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari anak muda Indonesia. Studi ini menemukan bahwa 98 persen dari anak-anak dan remaja yang disurvei tahu tentang internet dan bahwa 79,5 persen diantaranya adalah pengguna internet.
  2. Ada sekitar 20 persen responden yang tidak menggunakan internet, alasan utama mereka adalah tidak memiliki perangkat atau infrastruktur untuk mengakses internet atau bahwa mereka dilarang oleh orang tua untuk mengakses internet.
  3. Perubahan struktur media di Indonesia, terutama dengan meningkatnya penggunaan ponsel, telah mengubah akses dan penggunaan media digital internet di kalangan anak dan remaja, yang cenderung menggunakan: personal ko m puter untuk mengakses internet di warung internet dan laboratorium komputer sekolah; laptop di rumah, dan di atas semua-ponsel atausmartphone selama kegiatan sehari-hari.
  4. Anak-anak dan remaja memiliki tiga motivasi utama untuk mengakses internet: untuk mencari informasi, untuk terhubung dengan teman (lama dan baru) dan untuk hiburan. Pencarian infor m asi yang dilakukan sering didorong oleh tugas-tugas sekolah, sedangkan penggunaan media sosial dan konten hiburan didorong oleh kebutuhan pribadi.
  5. Penelitian terhadap pola komunikasi anak dan remaja melalui internet rnengungkapkan bahwa mayoritas komunikasi mereka dilakukan dengan teman sebaya, diikuti komunikasi dengan guru, dan komunikasi dengan anggota keluarga juga cukup signifikan.
  6. Terkait isu privasi, secara umum studi ini menemukan bahwa ada banyak anak dan remaja yang memberikan informasi pribadi seperti alarnat rurnah, nomor telepon, atau ala m at sekolah.
  7. Sebagian besar dari mereka, m enyadari akan pentingnya password untuk e-mail dan media sosial .
  8. Selain itu, ha m pir se m ua dari m ereka tidak setuju terhadap isi pornografi di internet. Narnun, sejumlah besar anak dan remaja telah terekspos dengan konten pornografi, teruta m a ketika muncul secara tidak sengaja atau dalam bentuk iklan yang me m iliki bernuansa vulgar.
  9. Pihak orangtua mungkin ketinggalan dari anak-anak m ereka dalam hal menguasai dan menggunakan media digital, sedikit dari orangtua yang m engawasi anak-anak mereka ketika mengakses internet, dan sedikit yang menjadi ‘teman’ anaknya dalam jejaring sosial.
  10. 0rangtua dan guru semakin menyadari manfaat media digital untuk mendukung pendidikan dan pembelajaran anak. Misalnya, se ma kin banyak guru yang menugaskan siswa untuk mengumpulkan informasi dari internet untuk mengerjakan berbagai tugas. Hal ini langkah yang baik untuk meningkatkan pemanfaatan internet sebagai sarana pendidikan.

 

Ketika penggunaan media sosial dan media digital berkembang dengan cepat di kalangan muda, dukungan orangtua dan integrasi media digital dalam pendidikan masih tertinggal. Sehingga saatnya untuk mengejar ketinggalan. Rekomendasi utama yang dihasilkan dari studi ini sebagai bahan masukan:

  1. Karena Internet telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari anak-anak dan remaja di Indonesia, diperlukan upaya – upaya untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan mereka dalam kaitannya dengan keamanan berinternet. Hal ini dapat dicapai melalui sosialisasi, pendidikan Iiterasi maupun pelatihan. Pemahaman penggunaan dan keamanan media digital sangat penting – utamanya – dari perspektif anak-anak dan remaja, sebelum merancang program-program informasi tentang keamanan digital. Termasuk memahami tentang cara mereka mengartikan dan menggunakan teknologi digital, komunikasi secara online dan perilaku berisiko atau tidak aman.
  2. Anak-anak dan remaja tertarik untuk belajar tentang keamanan berinternet. Setiap kampanye atau program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus didasarkan pada bukti-bukti empiris dan meIibatkan anak-anak dan remaja itu sendiri sehingga kampanye atau program tersebut tepat sasaran.
  3. Pihak orang tua dan guru harus mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka dalam aktivitas digitalnya, dan terlibat didalamnya. Salah satu cara sederhana, contohnya orang tua dapat menjadi ‘teman’ di akun jejaring sosial anak, karena di sinilah anak-anak dan remaja ‘bermain’ di dunia maya. Di sini orang tua dapat bergabung dan berkomunikasi secara intensif dengan anak- anak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka di dunia cyber.
  4. Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan isi internet – ISP dan pemerintah – perlu meningkatkan keamanan konten atau proteksi sehingga dapat menjadikan dunia maya sebagai ruang yang aman dan positif bagi anak anak dan remaja untuk hidup dan tumbuh. Studi ini menemukan bahwa banyak anak-anak yang tidak terlindungi dari konten negatif yang ada di internet, sebagian besar sampai kepada mereka tanpa sengaja melalui pesan pop-up atau melalui link yang menyesatkan.
  5. Perlu perhatian khusus untuk memberikan informasi bagi anak dan remaja tentang resiko bahaya yang mungkin timbul dari pertemuan langsung dengan seseorang yang baru dikenal dari dunia maya.
  6. Para orangtua dan guru perlu mengetahui dan terlibat dalam program keamanan digital bagi anak dan remaja.
  7. Pesan-pesan tentang keamanan digital harus berimbang dengan menekankan pada kemanfaatan internet bagi pendidikan, penelitian, dan perdagangan.
  8. Anak-anak dan remaja harus terus dimotivasi untuk memandang dan menjadikan internet sebagai sumber informasi yang berharga, dan untuk memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk membantu pendidikan, meningkatkan pengetahuan, memperluas kesempatan dan keberdayaan mereka dalam meraih kualitas kehidupan yang lebih baik.
  9. Perlu dikembangkan cara-cara efektif untuk mengkampanyekan keamanan digital secara online maupun offline melalui segala bentuk saluran media tradisional maupun digital, seperti televisi, radio, websites, atau media sosial yang sering digunakan oleh anak dan remaja.
  10. Dibutuhkan kader-kader muda teladan dalam keamanan berinternet, yang dapat membagikan hal tersebut kepada teman-temannya melalui media digital, melalui sarana audio dan video di media massa, maupun secara offline di sekolah-sekolah maupun kampus.

 

————

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Gatot S. Dewa Broto, HP: 0811898504, Email: gatot_b@postel.go.id, Tel/Fax: 021.3504024).

Filed under : Berita | No Comments »
Feb 04 2014

Tindak Lanjut Workshop Guru Simulasi Digital

Posted by

Menindaklanjuti workshop yang telah dilaksanakan yang bekerjasama dengan SEAMOLEC Jakarta, maka untuk mendapatkan sertifikat guru Simulasi Digital maka kepada seluruh peserta agar segera mengumpulkan hasil karya yang telah ditugaskan.

Hasil karya yang dikumpulkan adalah:

1. Kode kelas Edmodo,

2.Buku digital,

3. Simulasi Visual/animasi video.

Catatan : Untuk Buku digital dan Simulasi visual/animasi dapat dikumpulkan dlm 1 bentuk digital book yang utuh.

Berikut nama peserta workshop :

No Nama Asal Sekolah
1 Anhar, M.Pd.I SMAN 1 Jonggat
2 I Wayan Nandayatna, S.Pd SMAN 1 Labuapi
3 Jaelani, S.Pd SMAN 1 Praya Timur
4 Ihdzar Azizi, S.Pd SMAN 2 Mataram
5 Anis Nurlaili, S.Pd SMAN 6 Mataram
6 Kariadi, A.Md SMKN 1 Batukliang
7 Mansur, S.Pd SMKN 1 Batulayar
8 Zulkipli, S.Kom SMKN 1 Kediri
9 Al Adhar Teguh Laksana, S.Pd SMKN 1 Narmada
10 Lukman, S.Pd SMKN 1 Pemenang
11 Sunardi, S.Pd SMKN 1 Praya
12 Nurkholis TR, S.Pd
13 Arifutajalli Hidayatullah, S.Kom SMKN 2 Kuripan
14 Ali Fikri, S.Adm SMKN 3 Mataram
15 Bayu Pandu Wibisono, S.Kom SMKN 3 Mataram
16 Eka Tunggil Raumawati, ST SMKN 3 Mataram
17 Evie Mardiana. HB, SPd SMKN 3 Mataram
18 H. Pahrul Rozi, SPd. S.ST SMKN 3 Mataram
19 Muhammad Anis Muhajir, ST SMKN 3 Mataram
20 Setiawan, S.ST SMKN 3 Mataram
21 Wahyudi Adefalily, S.ST SMKN 3 Mataram
22 Ahmad Fatoni, S.Pd SMKN 3 Mataram
23 Akhyar, ST SMKN 3 Mataram
24 Wardoyo, S.Pd SMKN 3 Mataram
25 Abdurrazak, ST SMKN 3 Mataram

Kepada seluruh peserta agar segera mengumpulkan hasil karya sesuai dengan tersebut di atas kepada Koordinator Kegiatan di SMKN 3 Mataram yang akan dikirim ke Jakarta yaitu  :

Yasdwipura

HP: 08175743501

email : yasdwipura@yahoo.com

Filed under : Berita | No Comments »
Dec 29 2013

RENUNGAN UNTUK PEMIMPIN DAN CALON PEMIMPIN

Posted by

Kita ini adalah pemimpin, pemimpin di rumah, pemimpin di masyarakat, pemimpin di sekolah/ di tempat kerja. Mari kita belajar memimpin dari sifat sifat/watak alam yaitu. Seorang pemimpin (calon pemimpin) seharusnya memiliki watak-watak seperti berikut : (mohon maaf jika ada yang tidak setuju dan semoga bermanfaat) :

1.Watak Matahari
Seorang pemimpin hendaknya memiliki watak seperti matahari, yang menyinari seluruh jagat raya ini tanpa membedakan apa tempat itu bersih ataupun kotor. Dari hal ini kita bisa mengambil pelajaran disini, bahwa seorang pemimpin seharusnya memberikan sinar kehidupan bagi seluruh bawahannya tanpa membedakan latar belakang kehidupannya.

2.Watak Bulan
Bulan yang memberi kesenangan dan penerangan dengan sinarnya yang lembut. Disini seorang pemimpin seharusnya bertindak halus dengan penuh kasih sayang dengan tidak meninggalkan kedewasaannya.

3.Watak Bintang
Bintang yang indah dan terang bagai perhiasan , disini seorang pemimpin harus mampu pedoman dan bertanggung jawab atas keamanan anak buah, wilayah kekuasaannya.

4.Watak Angin
Angin mempunyai sifat mengisi setiap ruang yang kosong. Seorang pemimpin seharusnya mengetahui dan menanggapi keadaan wilayah kekuasaanya dan seluruh bawahannya secara teliti.

5.Watak Mendung
Mendung mempunyai sifat menakutkan(berwibawa) tetapi memberi manfaat dan menghidupkan. Seorang pemimpin harus berwibawa murah hati dan dalam tindakannya bermanfaat bagi anak buahnya.

6.Watak Api
Api mempunyai sifat tegak, dapat membakar dan membinasakan lawan. Seorang pemimpin harus berani dan tegas serta adil, mempunyai prinsip sendiri, tegak dengan berpijak pada kebenaran dan kesucian hati.

7.Watak Samudra
Samudra sebagai simbol kekuatan yang mengikat. Seorang pemimpin harus mampu menggunakan kekuatan dan kekuasaannya untuk menjaga keseluruhan dan keutuhan rakyat serta melindungi rakyat dari segala kekuatan lain yang mengganggu ketentraman dan keamanan secara luas dan merata.

8.Watak Bumi
Bumi simbul sentosa, makmur dengan kesucian rohani dan jasmani. Seorang pemimpin harus mampu mengendalikan dirinya karena harus memperhatikan rakyat, yang memerlukan bantuan yang mencerminkan sentosa budi pekertinya dan kejujuran terhadap kenyataan yang ada.

Dec 19 2013

21st Century Skills – Keterampilan Abad 21

Posted by

21st Century Skills atau Keterampilan Abad 21

  1. Fokus pada peningkatan penguasaan akademik. Penguasaan akademik diintegrasikan pada  isu global; finansial, ekonomi, dan kewirausahaan; kewarganegaraan; melek kesehatan, dan melek lingkungan.
  2. 2.    Meningkatkan keterampilan belajar dan berinovasi diakui sebagai sesuatu yang menentukan tingkat kesiapan siswa menghadapi kehidupan dan lingkungan pekerjaan yang semakin kompleks di abad 21. Kondisi ini dihadapi oleh siswa yang disiapkan maupun yang tidak disiapkan. Fokus penyiapan adalah meningkatkan  keterampilan esensial yaitu meningkatkan kreativitas-inovasi, berpikir kritis-pemecahan masalah, berkomunikasi-berkoloborasi untuk masa depannya.
  3. Keterampilan mendayagunakan informasi, media, dan teknologi informasi komunikasi (TIK). Umat manusia abad ke-21 tinggal dalam genangan lingkungan media dan  teknologi sehingga membentuk karakteristik khas, termasuk: 1) memiliki akses ke banyak informasi, 2) beradaptasi pada perubahan perangkat teknologi yang berubah cepat, dan 3) kemampuan berkolaborasi  serta mengembangkan  kontribusi individu pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Agar hidupnya efektif di abad 21, maka orang harus menunjukkan kecakapan  fungsional dan berpikir kritis terhadap informasi, media dan teknologi.
  4. Hidup dan Berketerampilan Karir

Lingkungan kehidupan yang kompleks, dunia kerja yang semakin kompetitif di era informasi global mengharuskan siswa untuk lebih memperhatikan pengembangan kemampuan hidupnya dan keterampilan berkarir. Siswa memiliki kecakapan mengembangkan daya fleksibilitas dan daya adaptasi terhadap perubahan yang cepat.

  • Beradaptasi dengan peran yang bervariasi, tanggung jawab dalam bekerja, jadwal dan  konteks pekerjaan
  • Bekerja secara efektif dalam iklim yang kurang menentu dan prioritas yang berubah
  • Menunjukkan fleksibelitas terhadap perubahan, memberikan umpan balik yang fositif, memberikan pujian, mengkritik, belajar memahami, bernegosiasi, dan mengembangkan keseimbangan pandangan dan keyakinan untuk merumuskan solusi terbaik, menghadapi keragaman kultur, merupakan tantangan  yang perlu siswa sikapi dengan mempersiapkan keterampilan untuk menghadapinya.
  • Berinisiatif dan mengarahkan diri- siswa konsisten pada tujuan yang telah ditetapkan, meraih target jangka pendek, mengembangkan strategi jangka menengah, memanfaatkan waktu, mengelola beban pekerjaan secara efisien, bekerja mandiri, memonitor, menetukan prioritas, bekerja tanpa pengawaasan dan jadilah pelajar yang dapat diarahkan.
  • Melampaui penguasaan keterampilan dasar belajar untuk mengeksplorasi informasi, belajar sindiri, mengarahkan diri sendiri merupakan keahlian penting untuk memperoleh kesempatan mendapatkan keahlian.
  • Menunjukkan inisiatif menuju pada peningaktan keterampilan profesional
  • Menunjukkan komitmen belajar sepanjang hayat.
  • Merefleksikan daya kritis terhadap pengalaman masa lalu dalam rangka menyikapi informasi masa depan.
  • Mengembangkan keterampilan berinteraksi dalam lintas sosial budaya melalui interaksi efektif dengan sesama yang dikembangkan melalui peningkatan keterampilan
    • Tahu kapan saat tepat untuk mendengarkan, berbicara.
    • Memperlakukan diri sendiri dan orang lain secara profesional dan terhormat.
    • Berkerja efektif dalam tim yang beragam
    • Menghormati perbedayaan budaya dan bekerja dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
    • Menanggapi pikiran orang lain secara terbuka
    • Memanfatkan perbedaan sosial budaya untuk mengembangkan ide-ide inovatif dan meningkatkan kualitas pekerjaan
    •  Produktif dan akuntabel;
      • Terampil mengelola proyek, memenuhi tujuan, menghadapi hambatan, menghadapi tekanan, dan bersaing.
      • Menentukan prioritas, merencanakan, mengelola pekerjaan untuk  meraih target yang diharapkan.
      • Menghasilkan produk yang bermutu.
      • Menunjukkan sikap bekerja yang positif, dan etis.
      • Efektif dalam mengelola waktu.
      • Menghadapi keragaman pekerjaan.
      • Berpartisipasi aktif, dapat diandalkan,  dan tepat waktu
      • Berkolaborasi dan bekerjasama secara efektif dengan tim
      • Menghormati dan menghargai keberagaman tim.
      • Bertanggung jawab atas hasil yang terwujud.
    • Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan tangggung jawab sekolah perlu melatih  siswa

  • Menggunakan keahlian berkomunikasi interperosonal dan memecahkan masalah untuk mempengaruhi orang, membimbing orang untuk meraih tujuan bersama.
  • Mengembangkan pengaruh  terhadap orang lain, mengilhami orang lain untuk mecapai sesuatu yang lebih baik melalui contoh-contoh yang dilakukan sendiri.
  • Menunjukkan integritas dan prilaku etis dalam menggunakan pengaruh dan kekuasaan.
  • Bertanggung jawab pada kepentingan komunitas yang lebih besar.

 

Dec 16 2013

Rahasia Sukses: Grit + Growth Mindset

Posted by

Barusan saya nonton video di TED.com dari Angela Lee Duckwoorth yang memaparkan temuannya tentang rahasia sukses dari hasil studinya terhadap para murid yang diasuhnya.

Ia menemukan bahwa tidak ada kaitan antara tingginya IQ dengan kesuksesan anak-anak di sekolah. Satu kesamaan yang dimiliki oleh mereka yang sukses itu adalah mereka memiliki “grit”, yaitu kualitas diri yang sabar dan pantang menyerah, mau berjuang dalam jangka panjang mengejar target atau impiannya. Grit adalah ibarat lari maraton yang membutuhkan daya tahan, kesabaran dan kekuatan mental.

Ia pun melakukan penelitian di sebuah lokasi pelatihan militer dan mencari siapa yang akhirnya berhasil menduduki posisi tinggi berdasarkan “grit” ini. Hasilnya konfirm. Mereka yang punya grit berhasil mencapai posisi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memilikinya meski pun didukung oleh nilai atau IQ yang tinggi.

Temuan tentang “grit” ini menarik mengingat beberapa waktu lalu saya membaca buku How The Children Succeed oleh Paul Tough yang menemukan bahwa “grit” adalah salah satu karakter unggul yang dimiliki oleh anak-anak yang sukses dalam kehidupannya.

Sekolah www.kipp.org menggunakan pendekatan ini yang didapatnya dari hasil studi Dr. Martin Seligman. Sekolah ini menggunakan pendekatan ini karena sebelumnya mereka berhasil mengantarkan 90% murid masuk ke college dengan beasiswa. Sekolah ini adalah sekolah untuk anak-anak kurang beruntung di Amerika yang isinya adalah anak-anak single parents, broken home, miskin, imigran. Mereka bersaing dengan anak-anak dari sekolah swasta dan kaya dan berhasil mengungguli mereka.

Namun, setelah berhasil masuk college ternyata hanya 20% dari mereka yang berhasil lulus. Sekolah ini mencari tahu penyebabnya dan akhirnya bertemu dengan Dr. Seligman dan mengemukan bahwa kurangnya faktor “grit” menjadi salah satu penyebabnya.

Kemudian sekolah ini menggunakan pendekatan Dr. Seligman ini dan menjadikan kipp.org sekolah unggul dan menjadi benchmark di seantero Amerika. Sekarang sekolah ini sudah punya 150 cabang. Saya menemukan kasus sekolah ini karena ditulis secara khusus di buku Outlier-nya Gladwell dan tentu saja, Paul Tough.

Kembali ke rahasia sukses tadi.Selain “grit” ada karakter lain yang diperlukan, yaitu “growth mindset” yang secara khusus ditulis di buku Mindset oleh Carol Dweck.Growth mindset adalah cara berpikir bahwa segala sesuatu itu mungkin/bisa dilakukan melalui kerja keras, pembelajaran dan sebagainya. Lawannya adalah fixed mindset, yaitu cara berpikir bahwa segala sesuatu itu sulit berubah karena memang sudah begitu “dari sononya”.

Contohnya, banyak orang yang pintar secara akademik di sekolah namun gagal di kehidupan nyata. Sebaliknya, banyak orang yang bodoh secara akademik namun sukses dalam kehidupannya. Saya punya banyak ilustrasi teman-teman yang seperti ini. Ada teman yang saking “bodohnya” di bangku kuliah, pernah saya lihat memukul-mukul kepalanya karena tidak mampu menyelesaikan soal ujian. Sekarang, kehidupannya sebagai wirausaha – pilihan untuk mereka yang punya nilai jelek di bangku kuliah dan tidak laku di dunia kerja – jauh lebih sukses ketimbang teman lain yang secara akademik lebih “pintar”.

Mungkin penjelasannya adalah, teman yang “bodoh” ini menyadari kekurangannya dan ibarat gelas ia seperti gelas kosong yang selalu siap diisi. Jadi, setiap bertemu hambatan ia bertanya ke sana ke mari, minta bantuan dan pendapat orang lain dan sebagainya. Tanpa sadar ia menjadi berkembang. “Kebodohannya” justru menjadi bahan bakarnya untuk terus bertanya dan mencoba tantangan baru karena ia belajar dari mencoba dan belajar dari kesalahan.

Berbeda dengan mereka yang “pintar” dan merasa gelasnya sudah penuh dan sulit diisi. Ia punya prinsip atau pendapat yang sulit diubah oleh orang lain. Ia merasa caranyalah yang terbaik tanpa mempertimbangkan banyak cara lain yang lebih baik. Bahkan ia rela bertahun-tahun menggunakan caranya yang sebenarnya salah itu karena gengsi untuk mengakui bahwa ada cara lain yang lebih mumpuni. Ia pintar tapi punya fixed mindset yang akhirnya menghalangi kemajuannya sendiri.

Success is my right, kata Andrie Wongso. Sukses itu adalah hak semua orang tanpa terkecuali apakah mereka itu bodoh atau pintar, miskin atau kaya, pria atau wanita, tua atau muda, pribumi atau non pribumi, asalkan mereka punya grit dan growth mindset.

Sumber : Milis Dikmenjur

Filed under : Renungan | No Comments »
Dec 15 2013

Haruskah Tidur 8 Jam per Hari?

Posted by

KLIKDOKTER.com – Anda pergi ke dokter dan diberitahu bahwa Anda harus tidur cukup paling tidak 8 jam sehari. Apakah itu betul? Banyak faktor yang berperan dalam hal tersebut, diantaranya:

1. Usia.

Jumlah waktu tidur yang cukup sangat bergantung pada usia, sebagai contoh:

  • Balita dan usia prasekolah:
    Membutuhkan waktu tidur 9-10 jam di malam hari dan beberapa jam untuk tidur siang.
  • Anak usia sekolah:
    Termasuk remaja, membutuhkan waktu tidur 9-11 jam di malam hari.
  • Pada usia dewasa:
    waktu tidur yang dibutuhkan adalah 7-8 jam sehari di malam hari.

2. Kehamilan

Perubahan fisik pada wanita terutama di masa awal kehamilan meningkatkan kebutuhan untuk tidur. Namun di sisi lain, berbagai gejala kehamilan seperti: mual, muntah, sering buang air kecil, nyeri pinggang atau kaki kram membuat sulit tidur.

3. Kondisi kesehatan dan obat-obatan tertentu

Orang yang menderita asma kronis atau bronkitis cenderung memiliki kesulitan untuk tidur dibandingkan orang yang sehat, baik karena kesulitan mereka untuk bernafas atau karena obat-obatan yang mereka konsumsi. Kondisi medis lainnya seperti arthritis, gagal jantung kongestif, refluks lambung dan anemia juga seringkali memiliki kesulitan untuk tidur. Pada beberapa keadaan, kondisi tubuh seperti penumpukan lemak di perut menjadi faktor pemicu gangguan tidur.

4. Gangguan tidur

Jika Anda kurang tidur, waktu yang Anda butuhkan untuk tidur akan meningkat. Dan jika Anda secara konsisten melewatkan waktu tidur, ‘hutang’ tidur Anda akan mengganggu dan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup Anda. Jika Anda terlalu banyak memiliki ‘hutang’ tidur, maka tidur panjang saat akhir pekan tidak akan menghapus ‘hutang’ tidur Anda. Hal tersebut justru akan mengganggu jam biologis Anda, sehingga Anda akan memiliki kesulitan untuk tidur di malam hari dan bangun tepat waktu pada pagi hari.

5. Genetik

Diperkirakan terdapat 1% dari populasi hanya membutuhkan waktu tidur 6 jam atau kurang untuk tidur di malam hari tanpa adanya dampak penyakit. Kebutuhan tidur yang lebih sedikit ini menurun pada keluarga, di mana mengindikasikan bahwa faktor genetik juga berperan dalam durasi waktu tidur.

Suatu studi menunjukkan bahwa tidur kurang dari 7 jam atau lebih dari 9 jam pada malam hari berkaitan dengan peningkatan rIsiko penyakit jantung dan psikiatri seperti gangguan mood dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Cobalah untuk tidur dengan waktu yang cukup. Jika Anda mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter.

Sumber klikdokter.com

Oleh: dr. Nadia Octavia

 

Filed under : Kesehatan | No Comments »
Dec 09 2013

POS UN 2014

Posted by

POS Ujian Nasional sudah bisa didownload.

Silahkan download pada link berikut :

POS UN 2014

Semoga bermanfaat.

 

Filed under : Berita | No Comments »
Dec 04 2013

JADWAL UJI KOMPETENSI SIMULASI VISUAL

Posted by

Jadwal Uji Kompetensi Simulasi Visual

Tempat : Lab. Multimedia  SMK Negeri 3 Mataram

Waktu : Senin, 9 Desember 2013

 

Sesi I : 08.00 – 11.00 WITA

 

NO

NAMA PESERTA

ASAL SEKOLAH

1

Anhar, M.Pd.I SMAN 1 Jonggat

2

I Wayan Nandayatna, S.Pd SMAN 1 Labuapi

3

Jaelani, S.Pd SMAN 1 Praya Timur

4

Ihdzar Azizi, S.Pd SMAN 2 Mataram

5

Anis Nurlaili, S.Pd SMAN 6 Mataram

6

Kariadi, A.Md SMKN 1 Batukliang

7

Mansur, S.Pd SMKN 1 Batulayar

8

Zulkipli, S.Kom SMKN 1 Kediri

9

Al Adhar Teguh Laksana, S.Pd SMKN 1 Narmada

10

Lukman, S.Pd SMKN 1 Pemenang

11

Sunardi, S.Pd SMKN 1 Praya

12

Nurkholis TR, S.Pd

13

Arifutajalli Hidayatullah, S.Kom SMKN 2 Kuripan

 

 

Sesi II : 11.00 – 14.00 wita

NO

NAMA PESERTA

ASAL SEKOLAH

1

Ali Fikri, S.Adm SMKN 3 Mataram

2

Bayu Pandu Wibisono, S.Kom SMKN 3 Mataram

3

Eka Tunggil Raumawati, ST SMKN 3 Mataram

4

Evie Mardiana. HB, SPd SMKN 3 Mataram

5

H. Pahrul Rozi, SPd. S.ST SMKN 3 Mataram

6

Muhammad Anis Muhajir, ST SMKN 3 Mataram

7

Setiawan, S.ST SMKN 3 Mataram

8

Wahyudi Adefalily, S.ST SMKN 3 Mataram

9

Hasbullah, S.ST SMKN 5 Mataram

10

Abdurrazak, ST SMKN 3 Mataram

11

Ahmad Fatoni, S.Pd SMKN 3 Mataram

12

Akhyar, ST SMKN 3 Mataram

13

Wardoyo, S.Pd SMKN 3 Mataram

 

 

Diharapkan kepada seluruh peserta yang namanya tercantum di atas agar mengikuti ujian KOmpetensi sesuai dengan jadwal di atas.

CATATAN :

Kepada seluruh peserta diharapkan membawa Digital Book yang telah dibuat sesuai dengan yang ditugaskan ketikan workshop berlangsung dan diserahkan kepada Koordinator (Yasdwipura) dalam bentuk .EPUB yang merupakan salah satu syarat diterbitkannya sertifikat.

 

Filed under : Berita | No Comments »
Dec 02 2013

BELAJAR DARI JACKIE CHAN

Posted by

jacky chanWaktu kecil Cheng Lung atau Jackie Chan, tinggal di sebuah gang kumuh, ia kerap mendapatkan makan bubur jatah dari pemerintah, ia terbiasa berhari-hari kelaparan dan kedinginan.

Suatu saat ia mendengar ada pembagian jaket bagi kaum miskin, ia mendapatkan jaket paling jelek, tapi itu jaket itu membuatnya hangat, ia suka sekali jaket itu dan dirawat baik-baik, padahal jaket itu adalah jaket bekas yang amat jelek, tapi bagi Jackie Chan inilah barang berharga yang dia punya, dia selalu bersyukur dan berdoa pada Tuhan mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberikan jaket ini.

Waktu jaket itu diberikan oleh petugas sosial, seorang petugas itu berkata: “Kamu sudah ditolong, nanti kalo kamu berhasil kamu harus menolong.

Kelak ketika dia kaya raya, ucapan petugas pemerintahan itu selalu diingatnya, ia bekerja keras, Sekarang Jackie Chan adalah aktor terkaya di dunia, namun kekayaannya tidak membuat ia harus hidup mewah, seluruh kekayaan sejumlah Rp.1,2 Trilyun ia sumbangkan semua ke orang miskin di Tiongkok, ia paham bagaimana hidup susah dulu, kelaparan dan selalu dihina orang, ia ingin orang miskin di Tiongkok mendapatkan kehormatannya dan kesejahteraannya, Sekarang Jackie Chan bekerja sebagai penasihat pemerintah dalam melawan kemiskinan.

Jackie Chan punya hati manusia, tanpa ia mengkhotbahkan agama apalagi menjual agama, Ia berkomitmen terhadap hidupnya, dan janjinya, inilah pelajaran terbesar Jackie Chan pada kita soal kemanusiaan.

Jagalah Hati Kita Tanpa memandang suatu perbedaan, KARENA Perbedaan itu indah

SUMBER : facebook

Filed under : Renungan | No Comments »
Oct 26 2013

Bercerita Soal Irian Barat

Posted by

Kluget.com, Setelah selesai perjanjian KMB 1949 yang ditandatangani dengan cara terburu-buru oleh Hatta dan manut sama rayuan Washington untuk papuamemperpendek perang, ada ganjalan kecil yang masih bikin Sukarno pusing. Perjanjian pengalihan wilayah Hindia Belanda adalah keseluruhan ,tidak boleh sepotong-potong sementara dalam satu pasal perjanjian KMB yang tebelnya segede bantal itu tentang wilayah Irian Barat. Disana tercatat Belanda masih bisa menguasai wilayah Irian Barat, sebuah wilayah paling timur dari negeri yang dulunya bernama Hindia Belanda. – Itung-itungan geopolitik Sukarno : kalau Irian Barat nggak dikuasai, maka Irian Barat akan jadi pangkalan militer terpenting NATO di Asia Pasifik, atau setidak-tidaknya Amerika Serikat dan Belanda bisa bersekutu untuk membangun pangkalan militer bersama”. Untuk itu sejak 1950 Sukarno menjadikan Irian Barat sebagai masalah terpenting untuk diselesaikan.

Setelah kegagalan ekspedisi militer Belanda 1947 dan 1948, Belanda mengambil pelajaran terpenting “jangan terlalu percaya pada Amerika Serikat sekutunya sendiri”. Kegagalan menguasai Indonesia adalah langkah mundur sejarah bagi Belanda untuk itu harus dibangun benteng baru, “Sebuah Pelabuhan Banten baru seperti jaman Cornelis de Houtman tapi letaknya di timur”. Sesungguhnya Irian Barat adalah markas mereka sebelum mereka kembali akan berhadapan dengan Indonesia di sebelah barat. Di kalangan konservatif, menguasai Hindia Belanda adalah tugas sejarah dan merupakan tanggung jawab generasi muda untuk menghidupkan kembali kejayaan Hindia Belanda seperti di jaman kuno.

Semangat seperti itulah yang membuat Irian Barat adalah pertaruhan terakhir bagi Belanda, setelah mereka menyadari kegagalan Van Mook dalam menguasai Indonesia, di Belanda muncul satu rezim pemerintahan baru di mana Joseph Luns orang yang jauh konservatif ketimbang Van Mook muncul ke permukaan dan menjadi pemain politik paling penting dalam melobi jaringan politik di Amerika Serikat untuk kepentingan Belanda di Irian Barat.

Sementara sepeninggal Harry S Truman, politik luar negeri Amerika Serikat dilanda kekacauan. Truman mengambil politik setengah-setengah, sikapnya yang selalu ragu terhadap Cina Komunis bikin Truman kehilangan kekuatan politik luar negerinya, gara-gara politik pengecut saat berhadapan dengan Mao, Presiden Truman kehilangan Jenderal Douglas MacArthur orang yang paling paham geopolitik Asia Pasifik dan juga pahlawan Amerika dalam perang pasifik. –MacArthur ini akan divisi-kan oleh para senator Amerika Serikat untuk jadi Presiden Amerika Serikat berikutnya, karena bagi Amerika masalah Asia Pasifik sangat penting mereka takut Komunis akan masuk ke Asia Pasifik dengan cara menunggangi negara-negara nasional. Bagi Truman menjaga kesatuan Cina itu akan lebih mudah ketimbang Cina yang terpecah, padahal banyak analis politiknya saat itu menekan “biarlah Cina terpecah dan kelompok Komunis hanya menguasai wilayah utara, suatu saat wilayah utara bisa ditaklukan” Tapi pertimbangan Truman lain, bila Cina terpecah maka kondisi keamanan di wilayah Asia akan sangat terganggu.

Karena politik terlalu hati-hati inilah akhirnya Tentara Merah pimpinan Mao berhasil menguasai seluruh daratan Cina, dan menjadi penerus kekaisaran Cina lama, sementara para kaum Nasionalis disingkirkan ke Taiwan. Di kalangan deplu AS kegagalan ini sangat mencoreng mereka, dan dijadi’in pelajaran penting untuk langkah-langkah selanjutnya di Asia Tenggara, -satu satunya wilayah penting Asia yang masih tersisa dan belum jatuh ke tangan kuasa Komunis-.

Sedianya pengganti Truman itu mustinya Jenderal MacArthur, tapi setelah Truman memarahi MacArthur soal perang Korea dimana MacArthur mau maen perang dengan Cina, MacArthur ngambek dan bicara di depan kongres AS “Old Soldier never die, he just fade away, seorang serdadu tua tak akan pernah mati, dia hanya berlalu”- ucapan yang banyak bikin nangis anggota senat dan selama 10 menit mendapatkan standing ovation dari senat. MacArthur lalu turun dari podium dan menolak untuk dicalonkan jadi Presiden AS.

Mundurnya MacArthur semakin memperjelas posisi Dwight Eisenhower alias Ike yang dikatakan sebanding kepahlawanannya pada Perang Dunia II. Ike ini adalah Jenderal Salon, dia hanya perwira tinggi militer yang nggak pernah pegang pasukan sebelum kejadian Perang Dunia II. Namun rangkaian kejadian di Eropa saja yang bikin karir Ike naik. Ike adalah seorang komunikator yang tangguh, ia berpikiran dangkal, tidak memiliki visi, dunianya hanya film koboy, ia mencerminkan pragmatisme Amerika dalam warna sesungguhnya. Saat itu ada pertarungan ambisi di antara Jenderal-Jenderal Amerika Serikat dan Inggris untuk tampil dalam panggung sejarah di Eropa, sebuah medan tempur yang amat teatrikal. Disana ada Jenderal Inggris bernama Montgomery jagoan perang Al Amien, Mesir dan sangat paham perang di Afrika Utara, hanya Monty yang berhasil menghajar pasukan serigala gurun Rommel, di sisi lain ada Jenderal serampangan bergaya Amerika seperti Jenderal Patton yang jago maen tank di medan-medan berat, ada juga Jenderal Buttler dan banyak Jenderal, bahkan Perancis yang sudah dipecundangi Jerman-pun masih belagak ingin jadi pemimpin perang Eropa, De Gaulle ampe berkali-kali tidak mau hadir dalam rapat sekutu apabila bukan dirinya yang ditunjuk dalam memimpin pendaratan pasukan sekutu di Perancis. Roosevelt akhirnya minta nasihat Churchill, saat itu Churchill sedang duduk-duduk sore dan mendapatkan telpon dari sohibnya FDR.

Lalu FDR curhat soal penentuan Jenderal ini, dengan tertawa Churchill berkata : “Tuan FDR….kau tau Monty, dia orang amat kaku….hanya bisa dikalahkan oleh orang yang justru lebih lemah daripadanya, dia nggak mau dikalahin. Kita tidak mencari ‘Rommel’ disini tapi kita disini mencari seorang dirijen pengatur perang, carilah Jenderal yang jago administrasi bukan jagoan tempur” kata Churchill yang awalnya memang kepengen Jenderal Inggris pimpin perang, tapi ia akhirnya ngerasa nggak enak dengan Amerika yang kirim pasukan paling banyak dalam konfigurasi pasukan sekutu. – Akhirnya dipilihlah Ike, yang dinilai FDR adalah jenderal Salon tapi bisa dimanfaatkan untuk merobohkan ego para Jenderal-Jenderal perang-.

Jenderal Salon itupun jadi Presiden AS, sifat Ike yang paling ketara adalah ia tidak mau berpikir dalam-dalam, apabila ia sudah percaya sama staf atau Jenderalnya ia tidak mau ambil keputusan, semuanya diserahkan para bawahannya. Di masa perang Eropa 1941, ia jadi komandan tertinggi sekutu, kerjanya hanya mendengarkan omongan para Jenderal-jenderal lalu mencatat dan memberikannya pada asistennya untuk dibuat notulen, lalu setelah itu staf lingkaran intinya disuruh ngumpul dan baca notulen laporan Jenderal-Jenderal, staf intinya ini yang disuruh mikir, setelah dapet keputusan ia sendiri yang akan berdiri depan teater brifing untuk memutuskan hasil keputusannya. Jadi ia bukan mengendalikan situasi atas otaknya. Inilah yang terjadi ketika Ike memimpin AS, dia melakukan politik luar negeri bukan atas kendali pemikirannya tapi atas kendali pikiran anak-anak buahnya. Terutama munculnya Dulles bersaudara yang akan banyak berpengaruh terhadap masa depan Indonesia.

Tahun 1951 di Amerika Serikat, ada senator yang naek daon namanya Joseph MacCarthy, ini orang kerjanya tiap hari membangkitkan ketakutan-ketakutan atas bahaya komunisme. Tindakan MacCarthy – yang mungkin sekarang agak-agak mirip Geerd Wilders ini – ternyata dapet dukungan banyak dari rakyat AS. Ketakutan MacCarthy ini meluas sampe pada ketakutan-ketakutan yang aneh, pemerintahan Roosevelt-Truman dianggap bertanggung jawab soal kejatuhan Cina ke tangan Mao, dan mengatakan bahwa “Sebentar lagi akan berduyun-duyun orang Kominis akan datang ke kota-kota kita, karena bagaimanapun Cina adalah pintu terdepan AS” orang AS sejak lama menganggap Cina adalah sekutunya yang paling setia, tapi setelah Mao, Cina rupanya gagal disetir. “Politik Ketakutan” pada bahaya laten komunis inilah yang bikin agenda politik luar negeri dibawah Ike Eisenhower menginginkan Indonesia terpecah.

Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia yang pertama adalah Hugh S Cumming. Ia dipilih atas rekomendasi Direktur CIA Allen Dulles yang ia berikan memo referensinya ke kakaknya sendiri Menlu AS, John Foster Dulles. Lalu John membawa memo itu ke Ike. Tak lama kemudian Hugh S Cumming dipanggil ke Washington. Saat makan siang di gedung putih, di Red Room (Ruang Merah Cina), Hugh dipesankan oleh Allen Dulles “Hugh kamu harus hati-hati jangan terpengaruh keadaan di Indonesia, tolong jangan ikatkan dirimu ke dalam suatu kebijakan untuk menjaga kesatuan Indonesia”. Hugh mengangguk dan berkata “Ia setuju Indonesia terpecah-pecah dan tidak dibawah komunis, lalu kita bisa menyatukannya lagi”

Pandangan Dulles yang punya visi untuk mecahin Indonesia ini akhirnya juga didengar oleh Sukarno. Tapi Sukarno mendengarnya agak terlambat, sampai pada tahun 1957 Sukarno masih amat percaya dengan Amerika Serikat. Di tahun 1952 kondisi di tubuh militer memanas, Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang dipercaya menjadi Menteri Pertahanan berkonsultasi dengan Hatta, saat itu tentara di Indonesia jumlahnya 200.000 sementara Sultan pengen tentara kita ramping tapi kuat dan profesional, menurut perkiraan Sultan jumlah tentara 100.00 itu cukup efektif. Ide ini didukung oleh Nasution dan TB Simatupang. Perwira-perwira di luar daerah banyak yang marah dengan ide ini karena kalo ide ini dijalankan mereka bakalan kehilangan banyak pasukan, sementara mereka paham bahwa anak buahnya juga dulu berjasa berperang lawan Belanda.

Sukarno yang dapat laporan ide Sultan ini menolak rencana Sultan, sebab ia tak ingin ada kejadian ‘Madiun kedua’. Di beranda Istananya Sukarno bicara dengan Ali Sastroamidjojo dan beberapa pemimpin politik “Aku tak ingin melihat lagi, Amir-Amir lain yang dibawa dari benteng Vredenburg dan ditembak mati di satu wilayah sepi, aku tak ingin bangsa ini terpecah lagi” . Pikiran Sukarno ini kemudian didukung PNI , PKI dan beberapa partai sekuler garis keras. Sementara ide Rasionalisasi didukung oleh Menteri Pertahanan, Komandan Militer Pusat dan Partai-Partai yang bersahabat dengan Angkatan Darat. Akhirnya muncul ide dari kelompok perwira Angkatan Darat yaitu : Membubarkan Parlemen dan memaksa diadakannya Pemilihan Umum. Nasution sendiri datang ke Istana dan meminta Presiden Sukarno membubarkan parlemen, jawab Sukarno “Apa aku sudah gila kau suruh aku bubarkan Parlemen, jangan paksa aku jadi Diktator, Nas…jangan paksa aku” lalu Sukarno mendengar ribut-ribut diluar, ia melihat banyak massa dateng, tak lama kemudian massa dateng. Sukarno melihat barisan tank yang ternyata dipimpin komandan artileri Siliwangi Mayor Kemal Idris yang mengarahkan meriam-nya ke Istana. Sukarno marah besar dengan pengarahan meriam itu, demo dan tuntutan itu gagal total karena opininya sudah bergeser ke arah “Pengarahan Meriam Tank tepat ke Muka Sukarno”.

Akhirnya Sukarno memecat Nasution, TB Simatupang ngamuk-ngamuk dan membanting pintu kerja Sukarno, tak lama Sim juga pensiun. Pemecatan Nasution ini sesungguhnya berdampak amat fatal bagi Indonesia, karena ketika Nas berpakaian sipil ia mendirikan Partai bernama IPKI (Ikatan Pejuang Kemerdekaan Indonesia), IPKI inilah yang kemudian menjalin jaringan dengan Partai-Partai Politik sipil, sejak kejadian 1952 Militer Indonesia tidak steril lagi dari pengaruh sipil dan ini amat berbahaya bagi masa depan Indonesia. Di kemudian hari Hatta kerap marah bila ia dituduh turut mencampurkan militer ke dalam pengaruh sipil, Hatta selalu berkata “Silahkan tanya ke Nasution soal itu”.

Menjelang hajatan besar KTT Non Blok di Bandung 1955, Sukarno sudah mulai membaca arah sejarah. Ia mendapatkan banyak laporan tentang kemana sesungguhnya Amerika Serikat ini berdiri – yaitu : memecah Indonesia jadi potongan-potongan kecil agar bisa membendung komunisme- tapi kecurigaan itu disimpan Sukarno sampai ia melihat buktinya sendiri. . Di tahun 1954, Sukarno menunggu perkembangan Internasional, ia melihat sebuah langkah prospektif yang dilakukan Ali ketika Ali berhasil dalam konferensi Kolombo, Konferensi ini akan mengikatkan suatu gabungan negara-negara Internasional untuk meredusir taktik intervensi Amerika Serikat dan Sovjet Uni ke negara-negara baru. Akhirnya di tahun 1955 KTT Nonblok diselenggarakan, pidato Gandhi menjadi acuan : “Merupakan suatu kehinaan bagi bangsa Asia dan Afrika apabila mereka menjadi pengikut suatu blok kekuasaan di dunia”. Martabat bangsa-bangsa Asia saat itu bisa jadi hitungan politik yang lugas untuk menghadapi Amerika Serikat, inilah yang ada dalam pikiran Sukarno.

Tapi keadaan terus berkembang. Ike Eisenhower terus menekan untuk segera membereskan Indonesia dari incaran Sovjet Uni, Tahun 1956 Menlu John Foster Dulles akhirnya memutuskan ke Djakarta. Disana ia dijamu Sukarno dan ngobrol berdua di ruang kerja Sukarno yang juga penuh dengan buku-buku “Tuan banyak membaca juga?” kata Dulles

“Ya, sama banyaknya saya nonton film Amerika” kata Sukarno tertawa“Tuan Sukarno, apakah anda lupa Amerika Serikat adalah negara yang mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia, kami terpaksa juga harus agak mengkhianati sekutu penting kami di Eropa yaitu : Belanda”……

 Lalu Sukarno mengambil wine-nya dan memutar-mutarkan gelas wine. Sukarno tidak meminum wine itu, karena ia langsung menaruh “ Anda merokok?” kata Sukarno kepada John F Dulles. “Tidak, terima kasih”

Setelah menghisap rokoknya tiga kali Sukarno berkata pada Dulles dengan pandangan menerawang “ Tuan Dulles, masalah bangsa-bangsa Asia bukanlah masalah pro atau anti kominis, tapi masalah nasionalisme, seluruh panggung Asia saat ini terbakar api nasionalisme. Oke, Tuan Dulles saya berterima kasih pada anda soal anda bilang bantuan Amerika Serikat saat kami perang dengan Belanda tahun 1945-1949, tapi saya masih ingat Tuan…masih ingat sekali …posisi waktu itu ‘posisi Amerika sama sekali tidak jelas’ dukung Belanda atau Indonesia?….dan posisi yang ambigu itu masih diperlihatkan sekarang, sementara bagi Komunis mereka jelas mendukung kemerdekaan negara-negara baru di Asia”

John Foster meradang mendengar jawaban Sukarno yang dianggap tidak tau terima kasih ini, tapi sebagai diplomat ia harus bersikap santun. “Tuan datanglah ke Amerika Serikat, rakyat kami ingin mengenal anda”

Sukarno bergembira ketika ia diundang resmi ke Amerika Serikat. Ia langsung teringat masa kecilnya yang seneng mengumpulkan gambar-gambar bintang film hollywood dari korek api. Dan sembari tertawa memamerkan gingsulnya Sukarno berkata pada John Foster Dulles “Saya mengagumi negeri Tuan, kebudayaan Tuan, gedung-gedung yang tinggi itu, dan dulu ketika saya masih kecil saya selalu berkhayal tentang Amerika, saya kenal baik dengan Jefferson, Lincoln dan Washington, saya catat mereka sebagai teman di dalam membaca buku”

Sebenarnya ucapan Sukarno ini apabila ditilik merupakan jawaban bahwa “Amerika Serikat janganlah bersikap sombong!..perhatikan Sukarno”. Tapi Ike Eisenhower memang bukan pemimpin yang cerdik membacai arah politik.

Akhirnya 16 Mei 1956 Sukarno datang ke Amerika Serikat, seluruh negeri itu dipenuhi berita-berita tentang siapa Sukarno. Rakyat mendengarkan radio dan membaca koran. Hari kedatangan Sukarno ditanggapi meriah oleh rakyat Amerika, di Washington berbondong-bondong orang Amerika ingin tau Sukarno dan menyambutnya di pinggir-pinggir jalan mereka mengibar-ngibarkan bendera. Di New York, Sukarno disuruh naik ke podium di sebuah Gedung depan jalan yang dulu sempat dijadikan pesta kemenangan besar Amerika Serikat pada Perang Dunia II, rakyat New York menyambut Sukarno dengan parade Pita. Rakyat New York berbaris-baris mengelu-elukan Sukarno, yang tertawa-tawa melihat sambutan rakyat negeri Paman Sam itu. Dimana-mana Sukarno dianugerahi doktor honoris causa dari Universitas-Universitas ternama di Amerika Serikat. Namun sambutan paling mengesankan bagi Sukarno justru ketika ia diberikan kesempatan bicara di depan Kongres.

Ide bicara di depan kongres sebenarnya dari beberapa asosiasi jurnalis Amerika Serikat yang kagum dengan cara pidato Sukarno, dulu wartawan-wartawan senior perang sekutu terpesona dengan gaya Sukarno bahkan Richard Straub wartawan BBC saat mendengarkan pidato Sukarno berkata “Abraham Lincoln masih hidup di dunia..!” pesona pidato Sukarno inilah yang kemudian dijadikan kasak kusuk para anggota senat, mereka ingin tau apa yang ada dalam pikiran Sukarno. Dan bagi Sukarno ini sama saja memberikan makanan lezat, karena bila pidato ia laksana dewa yang mampu membuat diam seluruh angkasa raya.

Sukarno naik podium dan membuka pidatonya dengan bahasa sejarah yang mencengangkan “Saudara-saudara, tembakan yang pertama diperdengarkan di Lexington pada tanggal 19 April 1775 terdengar sampai ke seluruh penjuru dunia. Bunyinya masih bergaung di hati semua bangsa yang baru saja memenangkan kemerdekaan mereka, bunyinya itu menggetarkan kesadaran bangsa-bangsa di Asia dan Afrika….di pelosok-pelosok bumi, orang-orang yang merasa terjajah membacakan sejarah tembakan Lexington sebagai penggugah untuk bangun dari tidur mereka, tidur yang ditindih oleh kesakitan-kesakitan, Dan apa yang terjadi di Amerika adalah pelajaran penting untuk membebaskan dirinya, Ya…Ya….inilah Asia dan Afrika bangkit kembali”…………

Selesai pidato selama 45 menit, seluruh anggota senat berdiri, wartawan-wartawan berteriak “Bravo…Bravo…Mr. Sukarno” saat itu seseorang memperhatikan Sukarno dengan cermat ia adalah John F Kennedy. Pesona Sukarno telah membangkitkan kesadaran bagi Senator muda ini……

Beda dengan Sukarno yang cerdas dan mampu memikat massa, Ike Eisenhower lebih memilih sebagai orang tua yang nggak pedulian. Ia mengundang Sukarno untuk nonton film Amerika. Sukarno bertanya pada Ike “Tuan nonton film-film apa selain koboy, saya suka film sejarah seperti Ben Hur” kata Sukarno.

“Tidak saya tak suka film selain film koboy, dar der dor…seru” kata Ike dengan senyum kocaknya.

Sukarno mengernyitkan dahi, lalu ia berkata “Tuan saat ini bangsa-bangsa Asia bergolak, kami tak ingin negara-negara Asia dijajah terus oleh negara-negara Eropa” disisi ini Ike tampak nggak mau mendengarnya. Ia terus memperhatikan film. Sukarno amat tidak suka dengan kelakuan Ike.

Sepulang dari Amerika Serikat perkembangan politik di Indonesia memanas, beberapa kelompok yang anti KMB seperti Partai Murba mulai melakukan move politik, mereka mendesak pembatalan KMB. Sementara pihak Parlemen menyambut usulan Murba dan akhirnya diutus delegasi ke Belanda untuk melakukan negosiasi ulang KMB soal Irian Barat, Belanda malah marah-marah dengan usulan negosiasi ini. Inilah yang kemudian menjadikan isu politik penting untuk segera merobek-robek perjanjian KMB 1949.

Akhirnya KMB 1949 dibatalkan, Hatta mundur karena ia yang menandatangani KMB 1949 dan kemudian muncullah semangat baru untuk membentuk satu sistem politik yang kuat. Setelah pulang dari AS semakin jelas bagi Sukarno bahwa agenda terpenting Amerika dibawah Ike Eisenhower adalah memecah-mecah Indonesia, dan menyatukannya kembali apabila perlu asal tidak kemasukan Komunis. Demokrasi Liberal amat rentan dengan kepentingan ini, sehingga keutuhan wilayah menjadi pertaruhannya”.

Sukarno harus bertindak cepat menyelamatkan Indonesia dari perpecahan, setelah mundurnya Hatta. Sukarno mendapatkan banyak laporan tentang korupsinya para politikus-politikus baik di Parlemen maupun Partai. Suatu saat ia memanggil beberapa menterinya sambil menendang kaki meja dan terdenger keras Sukarno menyatakan kegeramannya terhadap para koruptor yang tak paham arah bangsa Indonesia dan hanya mengganggu saja kerjanya. Di tanggal 30 Oktober depan Konferensi Perhimpunan Guru, Sukarno berpidato : “Aku, Sukarno….nggak ingin jadi seorang diktator Saudara Saudari….itu berlawanan dengan semangat saya, dengan jiwa saya…!!Saya adalah seorang demokrat. Saya benar-benar seorang Demokrat…!! tetapi demokrasi saya bukanlah demokrasi liberal, Yang ingin saya lihat ini demokrasi terpimpin, demokrasi yang mengarahkan, tapi ya tetap demokrasi”……….

Akhirnya Sukarno mengakhiri pemerintahan parlementer yang gonta ganti terus, ia memanggil Djuanda untuk bikin kabinet kerja (zaken kabinet). Disitu ia juga menarik Semaun yang dimintanya langsung untuk datang ke Indonesia, Semaun disuruh Sukarno menjadi penasihat bagi Djuanda, begitu juga dengan Chaerul Saleh. Hampir tiap sore Semaun datang dengan sarungan ke tempat Djuanda dan bicara serius soal pembangunan dari Semaun inilah kemudian Sukarno mendapatkan kontak-kontak penting di Moskow, Sukarno perlu modal Moskow untuk mulai gertak Amerika Serikat. Lalu di suatu hari Sukarno memanggil juga Subandrio untuk bantu soal-soal luar negeri terutama yang terpenting adalah soal Irian Barat.

Statemen demokrasi terpimpin Sukarno pada Oktober 1956 inilah yang kemudian dijadikan basis penting untuk melancarkan pemberontakan bagi para politisi-politisi yang kecewa dengan Sukarno. – Sementara Ike yang masih kebelet menguasai Indonesia disarankan agar tidak main kasar, jangan keliatan Amerika Serikat intervensi langsung ke Indonesia, mereka harus menggunakan orang dalam agar ‘Sukarno bertempur dengan Jenderal-Jenderalnya sendiri’.

Sukarno berhadapan pada situasi pelik, ia akhirnya memanggil Nasution untuk kembali pegang militer. Nasution punya anak buah yang amat berani dan bisa diandalkan, dialah Ahmad Yani yang langsung oleh Nasution dikirim ke luar Jawa untuk menggebuk pemberontakan daerah. Banyak bukti Amerika Serikat bermain atas pemberontakan daerah PRRI dan Permesta di tahun 1957-1958. Termasuk tertembaknya pilot pesawat Allen Pope.

Dubes Hugh Cumming diganti oleh Allison. Pesan Ike Eisenhower tetap sama saja, ‘Jangan dekati Sukarno” tapi Allison ini orang yang punya hati, masa akhir jabatannya di Indonesia ia menulis dalam memoarnya “Sukarno adalah orang dari Asia yang paling mengesankan yang pernah saya temui dalam hidup saya”. Allison heran dengan laporan-laporan bahwa orang Indonesia brutal-brutal, ia menemui fakta bahwa Isterinya senang di Indonesia dengan orang-orangnya yang ramah. Allison tidak memuaskan Ike Eisenhower.

Tahun 1960 Nixon, Wakil Ike Eisenhower kalah tarung Pemilu di Amerika Serikat dan sejarah mencatat nama John F Kennedy menjadi Presiden AS. Kennedy ini beda dengan Ike yang hanya mengandalkan otak anak buahnya, JFK lebih kepada mengandalkan otaknya sendiri, tapi memang JFK terlihat belum berpengalaman dalam politik luar negeri, ia juga masih terlalu bersemangat soal mimpi ‘Perdamaian dunia’. Sebelumnya JFK pernah datang ke Indonesia tahun 1957, ia belajar soal Indonesia. Sama seperti Kahin yang mengambil kesimpulan bahwa Indonesia bukanlah negara komunis, Indonesia diisi oleh para intelektual berbakat besar. Bersahabat dengan Indonesia adalah rekomendasinya yang utama. Kennedy memilih besahabat dengan Sukarno ketimbang tetangganya sendiri, Castro.

Di awal pemerintahannya JFK mendapatkan malu luar biasa karena ia gagal ekspansi militer ke Kuba. Gara-gara info penting berhasil disadap wartawan, penyerangan Kuba gagal total. Para pendarat jadi makanan empuk tembakan pasukan Castro. Begitu juga dengan peristiwa adu tank di Berlin yang hampir saja meletuskan perang dunia ketiga. Dengan Irian Barat, Kennedy harus hati-hati karena bila Sovjet Uni menurunkan pasukannya di Asia Tenggara maka perang di kawasan ini akan pecah. Setelah mempelajari situasi Kennedy lebih suka Irian Barat jatuh ke tangan Indonesia ketimbang ke tangan Belanda kemudian dijadikan alasan pihak Komunis untuk membebaskan Irian Barat.

Sikap JFK ini kemudian dibaca oleh banyak pihak yang berkepentingan. Pertama kali bulan februari 1961, Perdana Menteri Robert G Menzies Australia datang ke Washington untuk meyakinkan Kennedy jika Belanda dibiarkan pergi dari wilayah Nusantara, maka keseimbangan politik bagi Australia akan berbahaya. “Indonesia akan jatuh ke tangan kominis” kata Menzies, namun JFK menanggapinya dengan dingin. Dalam hal ini JFK masih memilih netral dalam soal Irian Barat. Ia pengen tau arahnya kemana? Tentu saja Belanda marah-marah, di depan parlemen Belanda di Den Haag Menlu Luns diteriaki anggota Parlemen “Apa-apaan ini sekutu kita sendiri malah asyik bermain dengan Sukarno”

Desakan parlemen Belanda itulah yang kemudian memaksa Menlu Luns dengan diantara dubes belanda untuk Amerika Serikat Van Roijen datang menemui Presiden Kennedy. Mereka marah pada JFK ini soal sikap diamnya tidak membela sekutu Belanda dalam menghadapi Indonesia. Bahkan ditengah kemarahan ini, Menlu Luns menunjuk-nunjuk ke hidung Kennedy. JFK diam saja namun ia dongkol juga, setelah Roijen menekan ingin tau sikap Amerika Serikat, dengan tidak sopan JFK berdiri dan langsung ke belakang, dia diteriaki Luns “Mau kemana” JFK menjawab seenaknya “Saya mau maen baseball”.

Sukarno mendapat kabar posisi Kennedy merasa gembira, ia memerlukan datang ke Washington juga membujuk agar Kennedy memihak kepada Sukarno. Saat kunjungan itu Sukarno diperlakukan amat hormat oleh Kennedy, ia dibawa ke ruang kamar pribadi JFK, lalu JFK menunjukkan koleksi foto-fotonya. Pertemuan itu dilukiskan sebagai pertemuan dua sahabat lama. Sukarno terkesan dengan anak muda tampan ini yang mengingatkannya sewaktu ia masih muda dulu.

Di tengah obrolan antar teman itu JFK nanya “Apa sih yang bikin Tuan Sukarno ingin dari Irian Barat, ras melanesia beda dengan ras melayu”

Sukarno menjawab sambil memainkan tongkatnya “You tau, wilayah itu adalah bagian dari negara kami, Irian Barat harus segera dilepaskan”. Lalu Kennedy membalas “Tetapi orang Papua adalah ras yang berbeda”…..

Sukarno menjawab lagi “Tuan Kennedy, jangan lupa di Amerika Serikat itu lebih rupa-rupa lagi ras-nya. Kelak bisa saja Amerika punya Presiden Kulit Hitam atau Menteri Pertahanan ras Arab. Sebuah negara tidak ditentukan oleh ras, sebuah nation tidak dibangun dari prasangka-prasangka rasial, tapi sebuah negara dibangun dari keinginan bersama untuk membebaskan dirinya untuk masa depan lebih baik”…….

Akhirnya Kennedy mengerti jalan politik Indonesia, tapi ia punya posisi terkunci. Sukarno akhirnya bermain-main taruhan modal untuk menggebuk Belanda sendirian, sebenarnya Bandrio sudah memberi usul “Baiknya total diplomasi saja, Amerika tidak mau perang disini” tapi kata Bung Karno “Saya tau watak orang Belanda, kalau tidak diserang militer, mereka itu bisa memainkan fakta, orang Belanda takut dengan perang beneran”….

Kemudian Sukarno memanggil Adam Malik untuk membantu permodalan militer Indonesia. Adam Malik meminta Nasution memaintain pinjaman militer besar-besaran dari Moskow, sekejap Indonesia mendapatkan duit Moskow. Lalu Indonesia membangun pertahanan militer terbesar di Asia. Kapal-kapalnya siap bertempur dan membuat Belanda gemetar.

Ada satu hal yang terlupa disini, adalah Sukarno terlalu ceroboh meminjam hampir 1 milyar dollar sementara devisa Indonesia belum cukup, kondisi ini kelak akan memicu inflasi. Ini sudah diperhitungkan bagi intel-intel CIA. Justru mereka menunggu dulu sikap JFK yang masih saja membela Sukarno.

Ternyata lewat jalan berliku Irian Barat direbut Indonesia, Belanda marah besar pada Amerika Serikat bahkan perebutan itu tanpa duit sama sekali seperti kejadian KMB 1949. Tapi ada hal paling penting disini, Indonesia udah kebanyakan pinjaman, Sukarno akan rapuh secara ekonomi, inilah yang diperhitungkan maka langkah intelijen Amerika Serikat yang amat tidak suka Sukarno adalah : Menetralisir Kennedy dan membuat Sukarno terjebak dalam perang baru……………

Lalu Inggris mendapatkan bola untuk mempermainkan Sukarno soal Malaysia.

Akhirnya John F Kennedy ditembak, Sukarno mati di Wisma Yaso. Hati-hati dengan persoalan Irian Barat, karena inilah pulau dimana Amerika Serikat juga memiliki kesejarahan historis yang amat kuat. Jangan sampai terjebak provokasi, seperti cerita Kolonel Lubis soal tawaran CIA untuk meledakkan pangkalan minyak milik Caltex agar pasukan Marinir ada alasan untuk menjaga investasinya. Persoalan Irian Barat sekarang amat pelik, mungkin hanya satu penyelesaiannya : “Mengembalikan Kesadaran Nasional dan Tujuan Bangsa ini ke depan, tanpa ini justru rasa kasihan kita bila Papua lepas maka itu akan memancing satu persatu Pulau di Indonesia merdeka. Hentikan politik kekerasan di Papua, karena ini adalah fase awal dari pemecahan Indonesia sesungguhnya”.

 

(Anton DH Nugrahanto, 2009)

Sumber : http://www.kluget.com

 

Filed under : Berita | No Comments »